Di kedalaman gua, jauh dari hiruk pikuk dunia manusia, dunia naga, dan segala pertempuran yang telah menghancurkan begitu banyak, hanya ada keheningan yang menyelimuti tubuh kekar Sang Kesatria Naga , Ontoseno. Tubuhnya, yang dulunya bertenaga, kini terkulai lemah, dibawa oleh dua sosok yang telah begitu banyak berperan dalam hidupnya— Werkudoro , ayahnya, dan Arjuna , pamannya. Mereka berjalan melewati jalur-jalur yang telah lama ditinggalkan, menuju kediaman yang tidak pernah diharapkan Ontoseno untuk kembali ke sana— Kediaman Betara Baruna , kakeknya. Langit yang gelap, dihiasi oleh pendaran cahaya rembulan yang tampak samar, seolah mengiringi perjalanan mereka. Setiap langkah yang diambil terasa semakin berat, namun bukan hanya tubuh Ontoseno yang terasa lemah, tetapi juga hatinya yang penuh luka. Ia menyadari satu hal—perjalanan ini telah mengubah dirinya selamanya. Ketika mereka tiba di kediaman Betara Baruna, yang terletak di dalam sebuah gua megah yang terbungkus kabut biru, ...
Blog tentang kisah atau lakon para karakter Wayang yang merupakan warisan Budaya Nusantara. Semoga para pahlawan Negeri Wayang ini bisa jadi idola baru yang bisa dicintai lagi dan menjadi kebanggaan oleh seluruh rakyat Indonesia